Japan Soloventure Series : 14 Hari Menjelajah Jepang dengan JR Pass

” Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship ” ~ Benjamin Franklin

Setelah saya menyelesaikan perjalan solo saya di Jepang selama 14 hari beberapa waktu lalu, banyak teman-teman yang menanyakan pada saya bagaimana transportasi di sana? apakah susah? bukannya shinkansen mahal? ajak-ajak dong Yud. dan yang paling banyak, “Olehh-oleeehhh…” ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Jepang adalah salah satu negara di dunia yang memiliki sistem MRT/Metro paling canggih dan rumit di dunia. Tidak percaya? silahkan lihat peta jalur MRT/Metro di kota Tokyo berikut ini :
tokyometromap

Puluhan jalur kereta dengan kode warnanya masing-masing saling bertemu di station-station tertentu tentunya cukup membingungkan bagi orang yang masih awam ๐Ÿ˜ฎ. Ini baru sistem yang berada di kota Tokyo, masih ada sistem kereta di kota-kota yang lainnya, bahkan saya pernah mendengar ungkapan, “Kalau kamu sudah merasakan rumitnya sistem kereta MRT di kota Tokyo, MRT di kota atau negara lain terasa mudah sekali untuk dihafalkan”. Dari ujung utara sampai ujung selatan negara Jepang telah tercover oleh transportasi ini sehingga moda transportasi inilah yang paling populer untuk digunakan. ๐Ÿ˜‰

Nah sekarang mari kita lihat jalur kereta api cepat atau yang lebih dikenal dengan nama Shinkansen : ๐Ÿš„

shinkansenmap

Kereta api Shinkansen ini adalah penghubung antar kota di Jepang yang sangat efektif karena kecepatannya. Kalau diibaratkan dengan daerah di Indonesia, Jogja-Jakarta bisa kita tempuh hanya dalam waktu 3 jam saja! ๐Ÿ˜ฎ. Tentu akan sangat menghemat waktu perjalanan kita. Hal itu tentu saja berbanding lurus dengan harga tiket yang harus kita bayar jika ingin menggunakan kereta api cepat ini.

Tetapi dari beberapa pertanyaan yang saya dapat, ternyata masih banyak yang belum tahu tentang adanya JR-Pass. Sebuah tiket yang bisa kita beli bahkan sebelum masuk ke Jepang. Dengan tiket ini kita bisa menikmati seluruh jalur kereta yang dibuat oleh perusahaan JR secara gratis dalam jangka waktu tertentu dengan aturan tertentu juga. Kereta yang tercover JR-Pass termasuk jalur-jalur lokal dan juga beberapa jenis kereta cepat Shinkansen. Dengan memiliki JR Pass ini kita tidak perlu lagi mengantri di mesin tiket otomatis untuk bisa masuk ke kereta Shinkansen. ๐Ÿ˜‹

Sebagai gambaran seberapa banyak pengeluaran untuk transportasi yang bisa kita save dengan JR-Pass ini, berikut adalah penggunaan Shinkansen saya selama 14 hari trip kemarin mulai dari Tokyo -> Sapporo -> Hakodate -> Osaka -> Hiroshima -> Kyoto -> Tokyo. Kalau dihitung hitung total saya naik Shinkansen dalam trip ini adalah +7 kali.


Tokyo –> Sapporo ยฅ26500
Sapporo –> Hakodate ยฅ9000
Hakodate –> Osaka ยฅ33000
Osaka –> Hiroshima ยฅ10000
Hiroshima –> Kyoto ยฅ11000
Kyoto –> Tokyo ยฅ13500
TOTAL : ยฅ103000 atau kalau di rupiahkan sekitar 13 Jutaan !! ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ฑ


Tetapi dengan JR-Pass saya hanya perlu mengeluarkan mahar sebesar 6 Jutaan ‘saja’. Dengan begitu kita bisa menghemat lebih dari 50% biaya perjalanan. Ini belum dihitung kereta-kereta lokal yang saya gunakan seperti kereta Narita Express dari bandara ke Tokyo Station, juga kapal ferry saat saya di Hiroshima untuk menyeberang ke pulau Miyajima.
Kenapa bisa begitu? simak tulisan ini sampai akhir.. ๐Ÿ˜‹

Jadi seperti yang sudah saya sebutkan diatas, JR-Pass ini bisa kita beli sebelum kita memasuki negara Jepang. Tapi sekarang JR-Pass juga bisa dibeli saat kita sudah memasuki Jepang, walaupun begitu saya sarankan tetap membeli sebelum kita menginjakkan kaki di Jepang supaya perjalanan bisa lebih terencana dengan matang. Dan juga harga kalau kita beli langsung di Jepang akan lebih mahal. JR-Pass juga hanya bisa didapatkan oleh turis dengan status visa sebagai temporary visitor atau bukan yang akan menetap di Jepang dalam waktu lama, apalagi penduduk Jepang asli. JR-Pass memiliki beberapa tipe tergantung daerah mana yang tercover oleh tiket tersebut seperti diantaranya JR-East Pass, JR-Tokyo Wide Pass, Kansai Pass, Hokkaido Pass, dll. Sehingga kita bisa memilih Pass mana yang harus kita beli sesuai dengan rute perjalanan kita untuk mengefektifkan budget. Karena pada trip kali ini saya akan bepergian lintas Jepang dari utara ke selatan maka saya memilih JR Pass yang mengcover seluruh jalur kereta JR Group.

Berikutnya JR-Pass ini juga dibagi menjadi dua kelas gerbong, yaitu Ordinary atau Green. Dari namanya mungkin sudah bisa ditebak, Ordinary artinya kita hanya boleh masuk ke gerbong yang reguler, sedangkan yang Green adalah untuk gerbong eksekutif yang biasanya hanya ada satu gerbong di setiap kereta. Saya sarankan untuk mengambil yang Ordinary saja karena namanya kereta di negara maju, yang reguler saja sudah lebih nyaman dari kereta eksekutif di negara berkembang. ๐Ÿ˜›

Selain itu di beberapa kereta gerbong ordinary juga dibagi lagi menjadi dua yaitu Reserved dan Non-Reserved. Seperti namanya juga, gerbong reserved mengharuskan kita untuk melakukan booking terlebih dahulu sebelum boleh menempati kursinya, sedangkan yang non-reserved tidak perlu. Saya sarankan untuk selalu melakukan booking karena di jalur-jalur ramai terkadang gerbong non-reserved penuh sehingga kita harus berdiri sepanjang perjalanan menunggu ada penumpang yang turun di stasiun-stasiun yang dilewati. Proses booking nya juga sangat mudah, sebelum gerbang masuk biasanya ada counter tiket kereta JR, kita tinggal masuk lalu sebutkan kemana tujuan kita dan jam berapa kita ingin berangkat. Petugas akan langsung mencetakkan tiket untuk kita yang beriisi nama+nomor kereta, waktu keberangkatan dan waktu sampai di tujuan, nomor gerbong dan juga nomor kursi. Setelah itu kita bisa masuk melewati gerbang dengan 2 cara, menunjukkan JR Pass kita ke petugas penjaga gerbang yang biasanya ada di pojok kiri atau kanan, dan yang kedua kita bisa memasukkan tiket yang telah dicetakkan oleh petugas JR tadi ke gerbang otomatis.

Parameter berikutnya dari JR Pass adalah waktu aktif. Ada 3 pilihan yaitu 7 hari, 14 hari dan juga 21 hari. Kita dapat menentukan tanggal mulai aktif JR Pass saat melakukan aktivasi JR Pass di counter aktivasi di bandara atau beberapa stasiun besar. Yang perlu digarisbawahi adalah waktu aktif JR Pass tidak bisa melompati hari, jadi misalnya kita pilih waktu aktif tanggal 1 maka mulai dari tanggal 1 itu lah JR Pass akan terus aktif sampai dengan tanggal 7. Tentunya waktu aktif ini juga akan mempengaruhi harga JR Pass yang ingin kita beli jadi sesuaikan dengan rencana perjalanan kita. Karena saya akan berada di Jepang selama 2 minggu di trip kemarin maka saya pilih waktu aktif 14 hari.

Dimana kita bisa mendapatkan JR Pass? Umumnya travel-travel agent di Indonesia sudah bisa menerima pesanan JR Pass ini, bahkan dari situs online traveloka atau tiket juga sudah bisa. Tetapi pada trip kemarin saya membeli dari http://railpass-japan.com/ . Prosesnya mudah dan cepat, setelah kita memilih jenis tiket (green/ordinary) dan jangka waktu aktif (7 / 14 / 21 Hari) kita tinggal mengikuti proses nya dan memasukkan data-data yang diminta. Setelah itu akan ada email konfirmasi dari RailPass Indo, lakukan pembayaran dan informasikan alamat pengiriman. Setelah itu voucher JR Pass akan dikirimkan ke alamat kita. Yes, yang dikirimkan adalah voucher nya yang harus kita tukarkan atau aktivasikan saat nanti sampai di Jepang.

Untuk harganya sendiri teman-teman bisa melihat tabel dibawah ini, silahkan dikonversi menjadi rupiah menggunakan google atau aplikasi currency converter favorit teman-teman. Artinya harga ini bisa berubah-ubah tergantung kurs yen saat teman-teman melakukan pembelian. Harga yang saya dapatkan untuk 14 hari ordinary pada pembelian tanggal Januari adalah sebesar Rp5.832.614.00
harga jr pass

Sampai sini harusnya teman-teman sudah sadar, wah mahal juga ya JR Pass ini, bahkan lebih mahal daripada tiket pesawat PP dari Indonesia ke Jepang. Silahkan lihat kembali perbandingan harga kalau tidak memakai JR Pass pada awal artikel ini. Utungnya di luar sana ada website yang akan menghitung apakah kita perlu membeli JR-Pass berdasarkan rencana perjalanan kita di sini https://www.japan-guide.com/railpass/ . Kalau perjalanan saya dikalkulasi maka akan menjadi seperti ini.
railpasscalculator

Bisa dilihat kalau dari perjalanan 2 minggu saya bahkan membeli JR-Pass yang 21hari saja masih akan lebih murah daripada tidak menggunakan JR Pass. ๐Ÿ˜‰

Nah dengan begini pertanyaan “Apakah saya wajib membeli JR-Pass kalau ingin jalan-jalan di Jepang?” bisa dijawab dengan “Tergantung (seperti perasaanku), rute perjalanan”. Jika banyak berpindah-pindah kota apalagi yang jaraknya lumayan jauh seperti ke Sapporo atau Hiroshima maka akan lebih hemat jika menggunakan JR-Pass. Tetapi jika sedikit atau bahkan tidak berpindah-pindah kota maka tidak harus menggunakan JR-Pass.

Oke, semoga tulisan diatas bisa menjawab pertanyaan teman-teman yang masih belum tahu soal JR-Pass atau yang sedang merencanakan perjalanan liburannya ke Jepang. Kalau masih ada pertanyaan coret-coret saja di kolom komentar yaa..  ๐Ÿ˜‰